Pengertian dan Teknik Dasar Public Speaking untuk Pemula
Pengertian Public Speaking
Public Speaking adalah komunikasi lisan berupa pidato, ceramah, presentasi, dan jenis berbicara di depan umum (orang banyak) lainnya.
Public Speaking sering diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia sebagai “pembicaraan publik”. Namun, sejauh ini belum ditemukan terjemahan public speaking yang pas dalam bahasa Indonesia, selain “berbicara di depan umum” dan identik dengan pidato.
Pidato sendiri diartikan KBBI sebagai “pengungkapan pikiran dalam bentuk kata-kata yang ditujukan kepada orang banyak”. Orasi artinya pidato atau khotbah.
Public speaking meliputi pidato, ceramah, briefing, presentasi, menyampaikan informasi dalam konferensi pers, siaran radio dan televisi, mengajar, sambutan, orasi, membawakan acara (jadi MC), dan berbicara di depan orang banyak lainnya. Stand up comedy yang dilakukan para komika juga termasuk public speaking.
Teknik Dasar Public Speaking
Berikut ini Teknik Dasar Public Speaking untuk Pemula, meliputi Dasar-Dasar Public Speaking sebagai berikut;
- Mengatasi gugup/grogi
- Persiapan
- Teknik Membuka
- Teknik Penyampaian
- Cara Menguasai Materi
- Bahasa Tubuh – Postur dan Gestur
- Teknik Menutup
1. Mengatasi Gugup
Gugup, grogi, atau nervous biasa dialami public speaker, khususnya bagi orang yang pertama kali melakukan public speaking. Penyebab gugup antara lain takut gagal, takut salah, takut “ngeblank” saat di depan mike (microphone), dan takut dicemooh.
Cara mengatasi gugup adalah pastikan Anda menguasai materi atau topik pembicaraan. Jangan pernah berbicara hal yang tidak dikuasai.
Sebelum tampil, tarik napas panjang dan embuskan berkali-kali. Penendang penalti dalam sepakbola juga biasa tarik napas sebelum menendang bola karena ia pun gugup.
2. Persiapan
Jangan pernah melakukan public speaking tanpa persiapan. Dalam masa persiapan ini, lakukan latihan di depan cermin, bahkan di depan kucing peliharaan Anda sebagai “wakil” audiens.
Pastikan pula Anda menguasai materi. Perbanyak baca referensi seputar topik yang akan dibicarakan. Makin banyak referensi yang Anda baca, maka akan kian luas wawasan dan penguasaan tema, sehingga akan memunculkan rasa percaya diri.
Jika Anda seorang ketua panitia acara, siapkan ucapan terima kasih kepada sponsor, pendukung acara, anggota panitia, pihak berwenang, dan tujuan acara.
3. Teknik Membuka Pidato
Banyak cara membuka pidato dalam teknik dasar public speaking. Pembuka pidato paling umum dan gampang adalah, setelah salam, langsung mengemukakan topik pembicaraan atau mengemukakan tema apa yang akan Anda sampaikan.
Contohnya: bismillah, assalamu’alaikum. Hadirin, saya akan berbicara tentang hoax, pengertian hoax, dan bagaimana mengenalinya.
4. Teknik Penyampaian
Teknik menyampaikan materi pidato termudah adalah kronologis. Dalam contoh pembukaan di atas, pembicaraan dimulai dengan mengemukakan kasus hoax terbaru atau terheboh, lalu pengertian hoax, dan mengemukan ciri-ciri hoax.
Teknisnya:
- Tarik napas. Lakukan juga tarik napas ini saat sebelum tampil di podium –untuk relaksasi.
- Sampaikan salam assalamu’alaikum atau selamat pagi disertai senyum (smily voice) dengan suara cukup terdengar hingga orang yang duduk di barisan belakang.
- Awali pidato Anda dengan nada rendah dan pelan. Start low and slow! Gigi satu dulu, lalu naik ke gigi dua dst. Jangan langsung “ngegas”!
- Sampaikan terima kasih kepada pembawa acara dan panitia/tuan rumah yang mengundang Anda.
- Sampaikan tema yang akan dibicarakan.
- Mulailah dengan –pilih salah satu– anekdot, cerita lucu, pepatah, peribahasa, pengalaman, kenangan, atau langsung ke materi.
5. Cara Menguasai Materi
Untuk menguasai materi, supaya tidak “ngeblank” atau tidak lupa, kita bisa melakukan salah satu dari empat cara menguasai materi pidato atau presentasi berikut ini:
1. Membaca naskah.
Menuliskan materi pidato lalu “membacakannya” dari awal sampai akhir. Jika ini yang dipilih, jangan lupa sesekali arahkan pandangan kepada audiens.
2. Menghafalnya (memoriter).
Materi pidato ditulis lalu dihafal kata demi kata. Teknik ini berisiko lupa dan gagal menyampaikan materi.
3. Menyiapkan ‘Sontekan’ (Outline)
Siapkan poin-poin atau garis besar materi pidato (ekstempore). Ini teknik penguasaan materi terbaik, perpaduan nomor 1 dan 2.
Tuliskan pokok-pokok materi dan alur pembahasan di secarik kertas, misalnya 1. pengertian hoax, 2. ciri-ciri hoax, dan bawa ke podium. Jangan sungkan melihat “sontekan” itu karena sekaliber Barack Obama pun melakukannya saat pidato!
4. Slide
Gunakan slide PowerPoint dan Overhead Projector (OHP). Cara ini umumnya digunaan trainer, dosen, atau dalam konferensi pers.
6. Bahasa Tubuh – Postur dan Gestur
Tak kalah pentingnya dalam teknik dasar public speaking adalah bahasa tubuh. Body language dalam pidato meliputi postur dan gestur.
Postur adalah bentuk atau keadaan tubuh, yakni posisi berdiri Anda di podium atau di depan audiens. Pastikan Anda berdiri dengan tegak, tenang, rileks, penuh percaya diri, dan siap menyampaikan materi.
Gestur adalah gerakan anggota tubuh –kepala, tangan, kaki, pundak, mata, dll. Per definisi, gestur adalah bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengomunikasikan pesan-pesan tertentu, baik sebagai pengganti bicara atau bersamaan dengan kata-kata.
Contoh gesture: Anda mengacungkan jari ke atas saat mengatakan “ada di atas”; menggelengkan kepala saat mengatakan “tidak”.
Gestur terpenting di awal pidato adalah posisi tangan. Posisikan kedua tangan Anda di samping tubuh saat tidak digunakan.
Pantangan posisi tangan dalam pidato a.l. jangan memasukkan tangan kedalam saku celana dan jangan menyilangkan tangan di depan atau di belakang badan.
7. Teknik Menutup
Mengakhiri atau menutup public speaking bisa dilakukan dengan cara meringkas materi, mengulang poin penting, mengutip pepatah atau kata-kata bijak, mengutip lirik lagu, bisa juga dengan pantun agar berkesan.
Tentu saja jika teknik kutipan yang dipilih, kutipannya “nyambung” dengan materi atau topik pembicaraan.
Sebelum, menutup dengan ringkasan atau kutipan, sampaikan dulu sinyal (tanda) bahwa pidato akan segera diakhiri. Misalnya, demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika tidak berkenan.


Komentar
Posting Komentar