Perbedaan pemikiran antara PLATO dan ARISTOTELES
Perbedaan pemikiran antara PLATO dan ARISTOTELES
PLATO
Jadi aliran idealism sendiri dalam filsafat pendidikan merupakan sebuah aliran yang mempunyai prinsip bahwasannya ide merupakan kebenaran realitas. Mereka memandang bahwa realitas yang sesungguhnya bukan pada apa yang ditangkap pada panca indra. Sehingga menurut aliran ini hakikat segala sesuatu ada pada ide manusia.
Dalam dunia pendidikan aliran ini sangat berkontribusi besar dan kedudukannya sangatlah penting karena meletakkan manusia sebagai subjek yang mempunyai segala macam pengetahuan didalam dirinya.Idealisme mengembangkan pemikiran peserta didik agar mampu menggunakan akal pikirannya dengan baik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Maka itu pada taraf ini pendidikan harus mampu mencapai tujuannya mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik,Selain itu pendidikan juga harus menekankan kesesuaian hubungan antara batin peserta didik dan alam. Dalam pandangan aliran ini pendidikan merupakan pertumbuhan untuk menjadi manusia yang ideal dalam hidupnya.
Hal ini sejalan dengan gagasan yang diungkapkan oleh Plato, bahwasannya tujuan pendidikan ialah tidak lain adalah untuk menciptakan manusia yang ideal dalam hidupnya yakni kreatif serta produktif dan selalu mengembangkan segala macam potensi yang dimilikinya. Kendati demikian plato juga memiliki gagasan bahwasannya rasio itu nyata dan yang nyata itu rasio. Artinya ide yang kita fikirkan itu nyata dan yang nyata atau wujudnya itu adalah bentu dari sebuah ide.
Menurut Plato, pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh, pengetahuan sejati merupakan bawaan dalam diri kita. Pengetahuan sejati terdiri dari ide-ide yang telah ada dalam pikiran, bukan ide-ide yang datang pada kita melalui indra. Plato memulainya dengan intelek.
ARISTOTELES
Dunia yang sesungguhnya adalah dunia real, yakni dunia nyata yang bermacam-macam, bersifat relatif dan berubah-ubah. Akal tidaklah mengandung ide-ide bawaan, melainkan mengabstraksikan ide-ide yang terdapat dalam bentuk benda-benda berdasar hasil tangkapan indrawi. Pengetahuan adalah persepsi, dunia natural adalah dunia nyata, dan persepsi dan pengalaman indrawi adalah dasar pengetahuan ilmiah. Aristoteles memulainya dengan persepsi akan dunia natural.
Perbedaan pendapat antara Plato dan Aristoteles yakni dari bagaimana mendapatkan ide ilmu pengetahuan . Menurut Plato ide tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Ide tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada Ide. Ide adalah citra pokok dan perdana dari realitas,nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Ide sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Sedangkan, menurut Aristoteles, panca indra lah yang kemudian menghasilkan ide. Pemikiran Aristoteles juga bersifat realis dan menekankan pada kebenaran ilmiah dan dapat berubah - ubah.

Komentar
Posting Komentar