Teori Belajar Behavior


TEORI BELAJAR
BEHAVIOR
   Perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat diamati, bukan dengan proses mental. Pikiran, perasaan, dan motif yang tak dapat diobservasi oleh orang lain perilaku adalah segala sesuatu yang kita lakukan dan bisa dilihat secara langsung: anak membuat poster, guru tersenyum pada anak, murid mengganggu murid lain, dan sebagainya
Pendekatan behavioral menekankan arti penting dari bagaimana anak membuat hubungan antara pengalaman dan perilaku,.

TERDAPAT DUA TIPE CONDITIONING 
1. Classical cconditionig
   Teori dari Ivan Pavlov, ahli fisiologi, Rusia. Teori yang tumbuh berdasarkan eksperimen untuk mengajari anjing mengeluarkan air liur sebagai respons terhadap bel yang berdering. Dimana teori ini seperti seseorang akan memiliki suatu perilaku yang timbul atau tumbuh berdasarkan pengalaman yang dilakukan secara berulang - ulang.  Seperti pada eksperimen anjing tadi, yang saat bel dibunyikan anjing itu diberikan makanan yang menyebabkan air liurnya akan terjatuh. hal itu dilakukan secara berulang - ulang hingga, pada suatu saat bel di bunyikan air liur anjing itu akan terangsang untuk jatuh sendiri tanpa diberi makan lagi. ini terjadi, karena adanya faktor pengulangan yang terus terjadi sehingga muncul perilaku yang baru. 
Conditioned response (CR) adalah respons yang dipelajari.
Pengkondisian klasik dapat berupa pengalaman negatif dan positif dalam diri anak di kelas.
Siswa akan merasa takut di kelas jika mereka mengasosiasikan kelas dengan teguran, dan TEGURAN/KRITIK menjadi CS untk rasa takut.
Siswa gagal dalam ujian dan ditegur, dan ini menghasilkan kegelisahan; setelah itu, anak mengasosiasikan ujian dengan kecemasan, sehingga menjadi CS untuk anak
Beberapa problem kesehatan anak (keluhan fisik tertentu, asma, sakit kepala, tekanan darah tinggi) mungkin juga mengandung pengkondisian klasik. Stimuli tertentu seperti teguran keras dari orang tua atau guru, merupakan conditioned stimuli (CS) untuk respons psikologis.

2. Operant Conditioning
Teori dari Burrhus FredericSkinner, Psikolog , Amerika.  Teori ini mengajarkan konsekuensi yang terjadi sehingga berulangnya suatu perilaku. Teori ini mengajarkan individu mengenai hubungan antara sebuah perilaku dan konsekuensinya. contohnya, seorang anak yang rajin belajar, konsekuensi yang ia dapatkan dari dirinya yang rajin belajar ialah dia mendapatkan penghargaan atau pujian dari orang, yang membuat anak ini akan mengulangi perbuatannya lagi karena konsekuensi yang didapatkannya. Berbeda dengan konsekuensi yang berupa ganjaran atau hukuman. jika seorang anak nakal, konsekuensi yang didapatkan ialah akan dimarahi, dipukul , tidak diberi uang dan lain sebagainya, yang menyebabkan anak ini tidak akan mengulangi lagi perbuatan karena adanya konsekuensi itu. 
 
ANALISIS PERILAKU TERAPAN 
  • Meningkatkan perilaku yang diharapkan 
  • Menggunakan penguatan negatif secara efektif. 
  • Membuat penguatan bersifat kontingen dan tepat waktu. 
  • Mempertimbangkan penggunaan perjanjian. 
  • Memilih penguat yang efektif; 
  • Memilih jadwal penguatan yang terbaik;Menggunakan prompt / shaping 
  • Mengurangi perilaku yang tidak diharapkan 
  • Menggunakan penguatan diferensial 
  • Menghilangkan stimuli yang diinginkan (time-out dan response cost.). 
  • Menghentikan penguatan 
  • Memberikanstimuli yang tidak disukai (hukuman) ; pilihan terakhir.

Komentar